Lanjutan Mengenal IP Versi 6

artikel sebelumnya silahkan lihat di Mengenal IP Versi 6

Pada gambar di bawah dijelaskan mengenai cara kerja pengiriman packet pada Unicast Address :

♦ Multicast (one-to-many) yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak dengan menunjuk host dari group. Multicast Address ini pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D, sedangkan pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya di mulai dengan “FF” disediakan untuk multicast Address. Ruang ini kemudian dibagi-bagi lagi untuk menentukan range berlakunya. Kemudian Blockcast address pada IPv4 yang address bagian hostnya didefinisikan sebagai “1”, pada IPv6 sudah termasuk di dalam multicast Address ini. Blockcast address untuk komunikasi dalam segmen yang sama yang dipisahkan oleh gateway, sama halnya dengan multicast address dipilah berdasarkan range tujuan.

♦ Anycast Address, yang menunjuk host dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada satu host saja.Pada address jenis ini, sebuah address diberikan pada beberapa host, untuk mendifinisikan kumpulan node. Jika ada packet yang dikirim ke address ini, maka router akan mengirim packet
tersebut ke host terdekat yang memiliki Anycast address sama. Dengan kata lain pemilik packet menyerahkan pada router tujuan yang paling “cocok” bagi pengiriman packet tersebut. Pemakaian Anycast Address ini misalnya terhadap beberapa server yang memberikan layanan seperti DNS (Domain Name Server). Dengan memberikan Anycast Address yang sama pada server-server tersebut, jika ada packet yang dikirim oleh client ke address ini, maka router akan memilih server yang terdekat dan mengirimkan packet tersebut ke server tersebut. Sehingga, beban terhadap server dapat terdistribusi
secara merata.Bagi Anycast Address ini tidak disediakan ruang khusus. Jika terhadap beberapa host diberikan sebuah address yang sama, maka address tersebut dianggap sebagai Anycast Address.

♦ Reserved, digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang.

Struktur Packet pada IPv6
Dalam pendesignan header packet ini, diupayakan agar cost/nilai pemrosesan header menjadi kecil untuk mendukung komunikasi data yang lebih real time. Misalnya, address awal dan akhir menjadi dibutuhkan pada setiap packet. Sedangkan pada header IPv4 ketika packet dipecah-pecah, ada field untuk menyimpan urutan antar packet. Namun field tersebut tidak terpakai ketika packet tidak dipecah-pecah. Header pada Ipv6 terdiri dari dua jenis, yang pertama, yaitu field yang dibutuhkan oleh setiap packet disebut header dasar, sedangkan yang kedua yaitu field yang tidak selalu diperlukan pada packet disebut header ekstensi, dan header ini didifinisikan terpisah dari header dasar. Header dasar selalu ada pada setiap packet, sedangkan header tambahan hanya jika diperlukan diselipkan antara
header dasar dengan data. Header tambahan, saat ini didefinisikan selain bagi penggunaan ketika packet dipecah, juga didefinisikan bagi fungsi sekuriti dan lain-lain. Header tambahan ini, diletakkan setelah header dasar, jika dibutuhkan beberapa header maka header ini akan disambungkan berantai dimulai dari header dasar dan berakhir pada data. Router hanya perlu memproses header yang terkecil yang diperlukan saja, sehingga waktu pemrosesan menjadi lebih cepat. Hasil dari perbaikan ini, meskipun
ukuran header dasar membesar dari 20 bytes menjadi 40 bytes namun jumlah field berkurang dari 12 menjadi 8 buah saja.

Label Alir dan Real Time Process
Header dari packet pada IPv6 memiliki field label alir (flow-label) yang digunakan untuk meminta agar packet tersebut diberi perlakuan tertentu oleh router saat dalam pengiriman (pemberian ‘flag’). Misalnya pada aplikasi multimedia sedapat mungkin ditransfer secepatnya walaupun kualitasnya sedikit berkurang, sedangkan e-mail ataupun WWW lebih memerlukan sampai dengan akurat dari pada sifat real time.

Router mengelola skala prioritas maupun resource seperti kapasitas komunikasi atau kemampuan memproses, dengan berdasar pada label alir ini. Jika pada IPv4 seluruh packet diperlakukan sama, maka p ada IPv6 ini
dengan perlakuan yang berbeda terhadap tiap packet, tergantung dari isi packet tersebut, dapat diwujudkan komunikasi yang aplikatif.

IPv6 Transition (IPv4 – IPv6)
Untuk mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta menjamin terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4 dan pengguna IPv6, maka dibuat suatu metode Hosts – dual stack serta Networks
– Tunneling pada hardware jaringan, misalnya router dan server.

Jadi setiap router menerima suatu packet, maka router akan memilah packet tersebut untuk menentukan protokol yang digunakan, kemudian router tersebut akan meneruskan ke layer diatasnya.

Allokasi IPv6
Kebijakan allokasi IPv6:
􀀑 Regular allocations
♦ Peering dengan ≥ 3 subTLA (Top Level Aggregator) dan
♦ Merencanakan untuk menyediakan pelayanan IPv6 tidak lebih dari 12 bulan, atau
♦ Mempunyai ≥ 40 SLA (Site Level Aggregator) customer.
􀀑 Bootstrap
♦ Peering dengan ≥ 3 AS (Autonomous System Number) dan
♦ Merencanakan untuk menyediakan pelayanan IPv6 tidak lebih dari 12 bulan, atau
• Mempunyai ≥ 40 IPv4 customer, atau
• Mempunyai kemampuan 6bone experience.
Untuk mendapatkan allokasi IPv6 dari Asia Pacific Network Information Center (APNIC), anda harus mengirimkan permohonan IPv6 menggunakan form http://www.apnic.net/apnic-bin/ipv6- subtla-request.pl, untuk wilayah Indonesia anda bisa mengirimkan form permohonan IPv6 yang juga
bisa diambil dari homepage APNIC: http://www.apnic.net/apnic-bin/ipv6-subtla-request.pl, kemudian mengirimkan form tersebut ke ip-request@apjii.or.id, tapi sebelumnya anda mendaftarkan sebagai anggota APJII untuk mendapatkan pelayanan ini. Saat ini telah terdapat beberapa vendor yang telah mendukung IPv6, diantaranya: 􀀑 IPv6 Ready: 3Com, Epilogue, Ericsson/Telebit, IBM, Hitachi, KAME, Nortel, Trumpet 􀀑 Beta
Testing: Apple, Cisco, Compaq, HP, Linux community, Sun, Microsoft. 􀀑 Implementing: Bull, BSDI, FreeBSD, Mentat, NovelL,SGI, dan lain sebagainya.
Berdasarkan data dari 6BONE (http://www.6bone.net) saat ini telah terdapat 200 situs yang terdapat di 39 negara yang telah bertarsipasi dalam pengembangan tentang IPv6 ini, dan terdapat berbagai lembaga yang turut berpartisipasi mengadakan riset mengenai IPv6 ini, diantaranya adalah: CAIRN, Canarie, CERNET, Chunghawa Telecom, DANTE, Esnet, Internet2, IPFNET, NTT, Renater, Singren, Sprint, SURFnet, vBNS, WIDE.
IANA sebagai lembaga tertinggi untuk pembagian Internet Resource telah mengalokasikan IPv6 resource ke 3 Regional Internet Registries (RIR), dengan perincian sebagai berikut: 􀀑 APNIC : 2001:0200::/23 􀀑 ARIN : 2001:0400::/23 􀀑 RIPE NCC : 2001:0600::/23 Pada saat ini terdapat 3 Regional Internet Registries (RIR) yang telah mengalokasikan 49 allocate IPv6 dengan perincian sebagai berikut : 􀀑 APNIC telah mengalokasikan 19 allokasi IPv6. 􀀑 RIPE NCC telah mengalokasi 21 allokasi IPv6. 􀀑 ARIN telah mengalokasikan 9 allokasi IPv6. Untuk mendapatkan status daftar dari allokasi IPv6 oleh Regional Internet Registries anda bisa mendapatkan informasi ini di situs 6Bone (http://www.6bone.net).

Kesimpulan & Saran

IPv4 yang merupakan pondasi dari Internet telah hampir mendekati batas akhir dari kemampuannya, dan IPv6 yang merupakan protokol baru telah dirancang untuk dapat menggantikan fungsi IPv4. Motivasi
utama untuk mengganti IPv4 adalah karena keterbatasan dari panjang addressnya yang hanya 32 bit saja serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun pengaturan lalu lintas data. IPv6 yang memiliki kapasitas address raksasa (128 bit), mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru
yang tidak terdapat pada IPv4. IPv6 memiliki tipe address anycast yang dapat digunakan untuk pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6 juga dilengkapi oleh mekanisme penggunaan address secara local yang memungkinkan terwujudnya instalasi secara Plug&Play, serta menyediakan platform bagi cara baru pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap aliran data secara real-time, pemilihan provider, mobilitas host, end-to-end security, ataupun konfigurasi otomatis. Untuk informasi mengenai IPv6, kami sarankan anda untuk mengakses situs 6BONE (http://www.6bone.net), pada situs ini anda bisa mendapatkan informasi mengenai status dan hasil riset dari berbagai partisipan yang tergabung di 6BONE ini. Selain itu anda bisa mendapatkan informasi mengenai IPv6 dengan mengunjungi situs berikut ini:

􀂤 http://www.6ren.net
􀂤 http://www.6tap.net
􀂤 http://www.ipv6.org
􀂤 http://www.ipv6forum.com

Selain itu, anda bisa mendapatkan informasi tentang IPv6 melalui RFC (Request for Comment), sebagai berikut:
• RFC 2374, an IPv6 Aggregatable Global Unicast Address Format
• RFC 2373, IPv6 Addressing Architecture
• RFC 2460, IPv6 Specification
• RFC 2461, Neighbor Discovery for IPv6
• RFC 2462, IPv6 Stateless Address Autoconfiguration
• RFC 2463, Internet Control Message Protocol (ICMPv6) for the IPv6    Specification
• RFC 1886, DNS Extensions to support IPv6
• RFC 1887, An Architecture for IPv6 Unicast Address Allocation
• RFC 1981, Path MTU Discovery for IP version 6
• RFC 2023, IP version 6 over PPP
• RFC 2080, RIPng for IPv6
• RFC 2452, IP version 6 Management Information Base for the User Datagram Protocol
• RFC 2464, Transmission of IPv6 Packets over Ethernet Networks
• RFC 2465, Management Information Base for IP version 6: Textual Conventions and
General Group
• RFC 2466, Management Information Base for IP version 6: ICMPv6 Group
• RFC 2467, Transmission of IPv6 Packets over FDDI Networks
• RFC 2470, Transmission of IPv6 over Token Ring Networks
• RFC 2472, IP version 6 over PPP
• RFC 2473, Generic Packet Tunneling in IPv6 Specification
• RFC 2507, IP Header Compression
• RFC 2526, Reserved IPv6 Subnet Anycast Addresses
• RFC 2529, Transmission of IPv6 over IPv4 Domains without Explicit Tunnels
• RFC 2545, Use of BGP-4 Multiprotocol Extensions for IPv6 Inter-Domain Routing
• RFC 2590, Transmission of IPv6 Packets over Frame Relay
• RFC 2675, IPv6 Jumbograms
• RFC 2710, Multicast Listener Discovery (MLD) for IPv6

• RFC 2711, IPv6 Router Alert Option
• RFC 1888, OSI NSAPs and IPv6
• RFC 2292, Advanced Sockets API for IPv6
• RFC 2375, IPv6 Multicast Address Assignments
• RFC 2450, Proposed TLA and NLA Assignment Rules
• RFC 2471, IPv6 Testing Address Allocation
• RFC 2553, Basic Socket Interface Extensions for IPv6

Pustaka
􀀑 http://playground.sun.com/ipng 􀀑 http://www.6ren.net
􀀑 http://www.6tap.net 􀀑 http://www.ipv6.org
􀀑 http://www.ipv6forum.com
􀀑 http://www.apnic.net/policies.html
􀀑 http://www.apnic.net/drafts/ipv6/IPv6-FAQ.html
􀀑 http://www.apnic.net/drafts/ipv6/ipv6-policy-280599.html
􀀑 http://www.6bone.net/misc/case-for-ipv6.html
􀀑 Robert M. Hinden, IP Next Generation Overview

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: