Pakistan Hanya Akan Dapat Bayangan Tak Bersenjata

ISLAMABAD (SuaraMedia News) – Pakistan kemungkinan besar akan mendapatkan armada pesawat mata-mata tanpa awak dari AS menjelang akhir tahun ini, namun drone bersenjata tersebut, yang membuat Pakistan terus mendesak Washington, masih jauh dari jangkauan, kata seorang pejabat militer AS.

Ketika berkunjung ke Pakistan baru-baru ini, Menteri Pertahanan AS Robert Gates menawarkan armada drone Shadow (bayangan) tanpa senjata, namun Islamabad masih belum yakin dengan pesawat-pesawat pengintai tanpa awak tersebut. Pengiriman drone tersebut bertujuan untuk mendongkrak kemampuan Pakistan untuk melacak Taliban, demikian dilaporkan oleh Reuters.

“Saya rasa kami akan mengirimkan drone-drone itu ke sana (Pakistan) dalam waktu satu tahun,” kata pejabat AS yang tidak bersedia menyebutkan namanya tersebut saat berbicara kepada media.

“Kami melihat Shadow, kami melihat Scan Eagle, dan pesawat tanpa awak taktis lainnya yang tersedia, dan yang ingin kami lakukan adalah mencoba mencari tahu jenis mana yang paling baik,” kata pejabat tersebut seperti dikutip oleh kantor Berita Daily Times.

Pakistan terus menekan Gedung Putih agar memberikan drone bersenjata atau teknologinya, sehingga pesawat-pesawat tersebut dapat digunakan untuk menembakkan peluru kendali ke sarang-sarang gerilyawan di wilayah suku, di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, namun sejauh ini AS menolak permintaan-permintaan dari Pakistan.

Meski di hadapan publik Pakistan menentang serangan drone, dan mengatakan bahwa serangan semacam itu melanggar kedaulatan Pakistan serta mengobarkan semangat anti-Amerika di kalangan masyarakat Pakistan, banyak pihak yakin bahwa di balik itu Pakistan justru berbagi data intelijen dengan AS mengenai para militan dan tempat persembunyian mereka.

Ketika ditanya mengenai masalah itu, sang pejabat mengatakan: “Secara umum, AS menganut kebijakan untuk tidak mengekspor kemampuan senjata pesawat drone manapun.”

Drone Shadow dibuat oleh AAI Corporation, anak perusahaan Textron Systems, sementara Scan Eagle diproduksi oleh Boeing Co.

Pakistan menginginkan drone bersenjata, seperti yang digunakan CIA di Pakistan untuk melacak dan membunuh para anggota Al-Qaeda dan Taliban.

Jumlah pesawat pengintai tanpa awak yang akan diberikan AS kepada Pakistan bergantung pada biaya perakitan jenis pesawat yang dipilih, kata sang pejabat.

“Yang menjadi faktor penentu adalah seberapa cepat kami mendapatkan kesanggupan mereka,” tambahnya.

Pakistan sudah menggunakan sejumlah teknologi pesawat tanpa awak non-AS yang diimpor dari negara lain. Pakistan juga telah memodifikasi pesawat angkut militer C-130 agar dapat mengangkut sejumlah perlengkapan pengintaian, kata sang pejabat.

Keberadaan drone terbukti menjadi keunggulan teknologi yang penting bagi militer AS di Afghanistan dan Irak, karena pesawat tanpa awak memungkinkan mereka untuk melacak kelompok-kelompok militan dan memberikan gambaran zona tempur sesungguhnya kepada para komandan lapangan.

Dalam sesi dengan pendapat Senat AS minggu lalu, Gates mengungkapkan bahwa AS tidak berkepentingan untuk mencoba membantu negara-negara sekutu dekat untuk mendapatkan teknologi, meski ada batasan ekspor yang tertuang dalam sebuah pakta internasional, yang dikenal dengan nama Aturan Pengendalian Teknologi Peluru Kendali (MTCR).

MTCR adalah sebagian dari 34 negara yang bertujuan untuk menghambat penyebaran sistem pesawat angkut tanpa awak yang dapat dipergunakan sebagai senjata pemusnah massal. (dn/an/dn)

from here

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: